Cara George Soros Trading Forex Dan Teori Trading George Soros

www.forexbatam.com - Seringkali angka-angka yang disebutkan sebagai sasaran pergerakan harga tercapai. Kalaupun tak persis mencapai angka yang diperkirakan, setidaknya hanya berjarak 5-10 pips saja. Bagi para pemula, ini yakni sesuatu yang ajaib. hahahahha...

Tentu saja analisa teknikal bukanlah “ilmu terawangan” ala paranormal. Tidak ada kepulan asap kemenyan atau dupa. Analisa teknikal tidak membutuhkan “lelaku” atau ritual mistis semisal bertapa di puncak gunung yang sunyi atau dalam gua yang gelap. Tidak ada. dan ini lah cara george soros trading forex.

angka yang disebutkan sebagai sasaran pergerakan harga tercapai Cara George Soros Trading Forex Dan Teori Trading george Soros

Faktanya: 

Analisa teknikal yakni ilmu yang dapat dipelajari siapa saja dengan MUDAH.
MUDAH?





(Saya dapat melihat dahi Anda berkerut. Beberapa di antara Anda bahkan menyeringai sinis. Bukan, bukan Anda. Yang saya maksud yakni orang lain.) :)


Jika memang semudah itu, mengapa berbagai trader yang mengalami kerugian demi kerugian sehingga menguras habis modalnya?

Jawabnya yakni lantaran mereka menempuh cara yang salah dalam mempelajari analisa teknikal. Hampir semua trader pemula melompat terlalu jauh pribadi ke ranah praktis, tanpa pernah mau mempelajari dasar-dasar yang harus dimiliki dalam melaksanakan analisa teknikal. Ibarat berguru silat, mau tidak mau Anda harus berlatih fisik terlebih dahulu, mempelajari kuda-kuda, memahami langkah, gres kemudian menerapkan jurus. Di samping itu, Anda juga memerlukan latihan yang rutin dan berkesinambungan. Mustahil Anda dapat menjadi satria silat pilih tanding tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Dalam trading pun demikian. Sebelum menerapkan analisa teknikal dalam trading, Anda harus memahami dan menguasai dasar-dasarnya dahulu. Nah, kali ini kami akan memperlihatkan tips kepada Anda, bagaimana cara mempelajari analisa teknikal dengan benar. Tanpa menguasai 3 hal ini, bahkan GEORGE SOROS pun akan gagal dalam trading. :)

1. Pahami dulu konsep analisa teknikal


Ada tiga hal yang menjadi fondasi analisa teknikal. Ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah Dow Theory.

1.  “market action discounts everything”.

Para wanita, kendalikan diri Anda. Ini bukan semacam discount yang ada di mall. :)
Menurut para penganut pedoman analisa teknikal murni, perubahan pergerakan harga yang kita lihat di grafik merupakan cerminan dari semua informasi yang beredar di pasar. Yang penting yakni hendak ke mana harga bergerak, bukan mengapa harga dapat begini atau begitu. Intinya, para analis teknikal tidak terlalu peduli pada berita-berita yang beredar sebagaimana para analis fundamental.

2.  “price moves in trend”.

Harga selalu bergerak dalam trend. Setidaknya ada tiga jenis animo yang perlu Anda ketahui, yaitu: uptrend, downtrend dan sideways. Begitu Anda dapat mengidentifikasi animo yang sedang berlangsung, Anda akan dapat manfaatkan peluang yang ada.

3. “history repeats itself”.fossil

Bung Karno pernah berkata, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Dalam analisa teknikal pun prinsip ini dijadikan pedoman. Perilaku pasar tercermin dalam rujukan pergerakan harga yang cenderung berulang dari waktu ke waktu. Di halaman edukasi kami, Anda dapat mempelajari pelbagai rujukan candlestick (candlestick pattern) maupun price pattern. Jika Anda dapat mengenali suatu pola, maka Anda dapat memperkirakan ke mana harga akan bergerak. Dengan demikian, besar kemungkinan Anda akan dapat memperoleh laba dari pergerakan harga selanjutnya.

2. Pahami dulu konsep trend


Kaum hawa biasanya fasih bicara mengenai animo fashion. Mayoritas mereka beranggapan mengenakan pakaian yang sudah out of date alias “nggak nge-tren lagi” yakni sebuah pantangan.

Bukan hanya fashion yang mengenal trend; pasar forex juga mengenalnya. Agar selamat dalam trading maka Anda perlu mengikuti animo yang sedang berlangsung. Tentu saja bukan animo berpakaian, melainkan “trend” pergerakan harga. Maksudnya yakni arah pergerakan harga secara umum dalam rentang waktu tertentu.

animo Berdasarkan arahnya, animo dibagi menjadi tiga, yaitu animo naik (uptrend), turun (downtrend) dan sideway (sering disebut juga “flat”). Nah, bagaimana caranya supaya selamat? Ikuti animo yang berlangsung dikala itu. Jika trend-nya yakni naik (uptrend), maka plan yang paling masuk logika yakni mencari posisi buy (beli). Sebaliknya jikalau trend-nya yakni turun (downtrend), maka taktik yang paling kondusif yakni mencari posisi sell (jual).

Kalau sideway bagaimana? Ada dua pilihan: tunggu sampai trend-nya terang (ini paling aman), atau “bermain tik-tok”, yaitu sell akrab resistance atau buy akrab support.

3. Pahami konsep support dan resistance


Jika Anda mengamati pergerakan harga, Anda akan menemukan bahwa harga tidak pernah bergerak dalam garis lurus. Selalu ada waktu ketika harga berhenti bergerak naik, untuk kemudian kembali bergerak turun. Sebaliknya ada juga masa ketika harga berhenti turun dan kemudian kembali naik.

Tempat-tempat “berhentinya” harga itu kita sebut saja dengan nama “penahan” atau “tahanan”. Nah, selanjutnya kita akan mengenali dua macam “penahan” pergerakan harga itu, yaitu yang disebut dengan support dan resistance.

Ada cara sederhana dalam menjelaskan support dan resistance ini. Bayangkan Anda sedang berada dalam sebuah ruangan yang tentu mempunyai lantai dan langit-langit. Di tangan Anda ada sebuah benda, contohnya bola. Jika Anda melemparkan bola tersebut ke arah langit-langit, besar kemungkinan bola tersebut akan kembali turun lantaran tertahan oleh langit-langit. Sebaliknya, jikalau bola tersebut Anda jatuhkan ke lantai, besar kemungkinan bola tersebut akan memantul lantaran ditahan oleh lantai.

Support bekerja menyerupai lantai. Level support menahan jatuhnya harga. Sedangkan resistance bekerja menyerupai langit-langit ruangan tersebut, yang menahan naiknya pergerakan harga. Itulah sebabnya level terbaik untuk mengambil posisi beli (buy) yakni di area support, lantaran besar kemungkinan harga akan kembali bergerak naik dari sana. Sebaliknya, level terbaik untuk mengambil posisi jual (sell) yakni area resistance, lantaran besar kemungkinan harga akan kembali bergerak turun sesudah tertahan oleh resistance.

Meskipun demikian, support dan resistance ini tak selamanya dapat menahan pergerakan harga. Ada kalanya pergerakan harga begitu hebatnya sehingga dapat menembus pertahanan support atau resistance. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai support dan resistance ini, silakan kunjungi halaman edukasi kami.

Nah, tiga hal inilah yang setidaknya perlu Anda pahami jikalau ingin mempelajari analisa teknikal. Di goresan pena selanjutnya akan kami bahas 5 langkah gampang melaksanakan analisa teknikal. Ikuti saja terus blog kami.

Sampai jumpa. :)


Post a Comment for "Cara George Soros Trading Forex Dan Teori Trading George Soros"